23 September 2010

di usia 27 tahun dan 17 hari,
setelah menyandang status mahasiswa selama 9 tahun,
berpindah dari teknik geologi, tour & travel, komunikasi, lalu manajemen,
berpindah kampus, jurusan, bahkan kota…..
akhirnya tugas itu selesai juga!
dengan status baru, & tanggung jawab baru, saya menanti pergantian hari!

saya rindu rumah……

saya tak ingin menjadi matahari!

“bagaimana mungkin kau berkata, bahwa kaulah matahari? (SDD)”

apakah pernah ada keinginanmu untuk menjadi matahari? entahlah dengan saya, saya ingin menjadi banyak hal. selama ini saya mengenal hal baru dan melahirkan keinginan-keinginan baru juga. entah juga sudah sejauh mana saya melangkah, saya bahkan sudah lupa saya ingin menjadi apa saja…

hanya saja sekarang saya sedang tidak ingin menjadi siapa saya hari ini. what a strong words, indeed…. bukan, ini bukan suatu bentuk putus asa, hanya sedikit keluhan saja kok! saya tahu saya bisa berubah, keadaan akan berubah, dunia dan segala-galanya akan berubah…. seperti sebuah kalimat klise yang dulu sering kudengar… “segala sesuatu pasti berubah, yang tetap hanya perubahan itu sendiri”

bahkan, saat mengetik ini sudah terlintas sekilas apa yang saya ingin jadi siapa esok hari! bukan, saya bukan ingin menjadi matahari… saya hanya ingin menjadi orang biasa! saya ingin menjadi orang biasa yang menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, ordinary life…. baiklah, pesimisme seperti ini mungkin akan mengelitik orang-orang yang sedang memperjuangkan kehidupan yang luar biasa, tapi itu hak kalian kok…. sebagaimana ini hak saya untuk menginginkan kehidupan yang biasa-biasa saja saat ini.

ordinary man bukan sebuah bentuk kemunduran atau kepasrahan menurut saya, ordinary man hanyalah suatu langkah yang kecil dari nowhere man. saya hanya bosan dengan lingkungan yang selalu menuntut kita untuk menjadi orang-orang super, dengan pandangan masyarakat yang melabeli kita dengan hal-hal atau orang -orang yang sebenarnya bukan kita. ada satu jargon motivasi yang selalu coba saya gugat, “kalau orang lain bisa, kenapa kau tidak bisa?”. ok, itu suatu jargon yang cukup bagus sebenarnya. tapi yang selalu mengherankan saya adalah kenapa saya harus “bisa” seperti orang lain? saya bukan orang lain, orang lain juga bukan saya. satu (bahkan mungkin satu-satunya) ilmu yang sempat saya pelajari selama kuliah di jurusan komunikasi adalah prinsip dasar bahwa setiap orang itu unik, tak ada seorangpun yang sama…. lalu kenapa saya harus “sama” dengan orang lain?

tentu saja saya juga paham bahwa sebagai makhluk sosial, sebagai anggota suatu struktur sosial maka ada norma-norma umum yang perlu diikuti agar tidak dianggap pemberontak (lagipula sudah bukan jamannya lagi jadi pemberontak itu keren…), setidaknya agar tidak termarjinalkan…. norma-norma umum itu sebenarnya cukup mudah kok, banyak sekali buku-buku populer yang mengajarkannya, dan hampir di setiap bidang ilmu selalu ada setidaknya potongan-potongan norma itu. seperti murah senyum, empati, active listening, proaktif, dll…. dengan sedikit usaha maka tak akan sulit untuk melakukannya.

baiklah….  saya masih tetap ingin menjadi orang biasa, yang menjalani kehidupan yang biasa saja. tolong tak usah repot-repot memprotes dan mengingatkan saya akan betapa luar biasanya saya atau kehidupan itu sendiri. saya sudah tahu itu semua kok….. saya tidak memungkiri kemungkinan akan terjadinya extra ordinary things, atau kemungkinan esok lusa saya mengagumi luar biasanya kehidupan ini. karena segala sesuatu bisa berubah (dan bisa dipertahankan, dengan perjuangan dan kemauan yang kuat)!

selamat hari jadi cik….
selamat untuk kita….
saya tidak lupa dengan mimpi kita!

congratz atas publishnya Catatan wajah l’Ain

setelah sekian kisah gombal dan bujuk rayu dilancarkan akhirnya berhasil juga saya membuat Ain untuk membuat blog di Blogger!

blog barunya itu beralamat di http://wajahlain.blogspot.com dan dinamakan “ Catatan wajah l’Ain

selamat datang di dunia blogger buat Ain….. selamat mengeksplorasi….

ps: tidak enak juga rasanya mengajak seseorang berpindah ke blogger sedang blogku sendiri terbengkalai….. gara-gara itu akhirnya saya tergelitik juga untuk sedikit membenahi blog ini, dan sekarang sudah tampil dengan layout baru, masih perlu banyak pembenahan dan tetntu saja perlu banyak postingan baru!

Iwan Fals – Entah

Entah mengapa
Aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan
Jangan aku kau tinggalkan

Tak tahu dimana
Ada getar terasa
Waktu kau katakan
Ku butuh dekat denganmu

Seperti biasa
Aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi
Bibir tipismu yang menari

Seperti biasa
Aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan
Aku cinta kau saat ini

Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah

Sungguh mati betinaku
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperti kisah cinta di dalam komik

Sungguh mati betinaku
Buang saja angan angan itu
Lalu cepat peluk aku

Lanjutkan saja langkah kita
Rasalah
Rasalah
Apa yang terasa

Green Day – Chump


I don’t know you
But,I think I HATE you
You’re the reason for my misery
Strange how you’ve become
my biggest enemy
And I’ve never even seen your face

Maybe it’s just jealousy
Mixing up with a VIOLENT mind
A circumstance that doesn’t make much SENSE
Or maybe I’m just DUMB

You’re the cloud hanging out over my head
Hail comes crashing down
welting my face
MAGIC MAN,EGOCENTRIC PLASTIC MAN
Yet you still get one over on me

Maybe it’s just jealousy
Mixing up with a VIOLENT mind
A circumstance that doesn’t make much SENSE
Or maybe I’m just DUMB

PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI

dikutip dari situs GOLA GONG

Kau harus berani mengatakan “tidak” untuk yang salah dan “ya” untuk yang benar.
Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu.
Kau harus berani melindungi yang tertindas.
Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki,
tapi kau berganti menjadi suami dan ayah.
Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu.
Kau harus bekerja dan menafkahi mereka.
Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka.

Iwan Fals – 22 Januari

22 Januari kita berjanji
Coba saling mengerti apa didalam hati
22 Januari tidak sendiri
Aku berteman iblis yang baik hati
Jalan berdampingan
Tak pernah ada tujuan
Membelah malam
Mendung yang selalu datang
Ku dekap eratKu pandang senyummu
Dengan sorot mata
Yang keduanya buta
Lalu kubisikan sebaris kata-kata
Putus asa….sebentar lagi hujan

berkumur dengan air garam

pernahkah anda merasakan sakit gigi?
bersyukurlah bagi yang menjawab belum pernah…..

kalau pernah sakit gigi, pernah dengar tidak bahwa berkumur dengan air garam bisa mengurangi/menghilangkan rasa sakitnya?

sebenarnya sekarang saya sudah tidak percaya lagi dengan cerita-cerita seperti itu, tetapi saat merasakan sakit gigi seperti yang terasa sekarang mau tak mau segala cara saya coba…. termasuk berkumur dengan air garam.

ya.. saya tahu sebenarnya tak ada hubungannya air garam dengan sakit gigi, tapi rasa sakit yang dahsyat ini betul-betul membuat otak tidak bisa jalan sebagaimana mestinya….
saya tidak bisa menemukan kalimat yang bisa mendeskripsikan rasa sakit itu, cukuplah saya dan orang-orang yang pernah merasakan sakit gigi yang tahu rasanya (berbahagialah kalian yang tidak pernah sakit gigi).

ada pula orang yang bertanya-tanya…..
mana yang lebih sakit, sakit gigi atau sakit hati?
dasar bodoh!
tentu saja yang paling sakit adalah sakit gigi dikala sakit hati!

in this unperfect world

dalam dunia ini, orang memang berubah
dan ternyata orang-orang yang ingin saya temui sudah tidak ada lagi…

sebenarnya sudah sejak lama saya tahu kalau segala sesuatu pasti berubah,hanya saja saya terlalu percaya. seiring waktu rasa percaya itu pun memudar, seperti intensitas pertemuan dan percakapan yang semakin jarang kita pun semakin menjauh dari orang-orang yang kita kenal. orang-orang yang dulu kita sangka kita kenal dan akan tetap paham sekarang menjadi asing dan lupa, melupakan atau dilupakan menjadi persoalannya. ketika kita melupakan tentu saja tak ada masalah……..