National Alliance of Bloggers… jawaban blogger malaysia untuk Zainuddin Maidin

masih ingat dengan kisah perseteruan nila tanzil dan tengku adnan?, saya kira tidak lama setelah itu semua masalah antara blogger dan pemerintah malaysia akan segera selesai…

ternyata saya salah!
perseteruan terus berlanjut, mungkin tidak tepat kalau saya sebut perseteruan, tapi entah apa namanya kejadian-kejadian ini.

setelah pernyataan pedas tengku adnan, kini giliran Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin, yang meminta kepada Kantor Berita Malaysia, Bernama untuk tidak mengutip dari Blog ketika menulis berita karena blog sebagai sumber informasi tidak dapat dianggap mempunyai otoritas. Dalam pernyataannya itu dia juga mengatakan “The information posted on the blog website may be something provocative, politically motivated, inaccurate and are mostly rumours floated for the interests of certain parties,”

tampaknya pernyataannya itu merupakan kebijakan(?) pemerintah Malaysia. Susan Loone menuliskan tentang keputusan Kementerian Keselamatan Dalam Negeri Malaysia yang “meminta” (tidak “memerintahkan”) koran untuk tidak mempublikasikan artikel-artikel yang tidak shahih(?) , bersifat spekulatif dan tidak benar dari website dan blog.

Picture taken from susan loone’s blog,
courtesy of Malaysiakini.com.

selain itu di detiknet, ada lagi pernyataan Zainuddin Maidin yang menyatakan bahwa blogger adalah jurnalis yang frustasi. tapi saya tidak dapat menemukan sumber informasi lain tentang pernyataan ini.

Perseteruan antara Blogger dan Pemerintah belum menjadi masalah berarti di Indonesia, tapi di Malaysia tampaknya sudah menjadi masalah serius…..

Setelah Malaysia Deputy Energy, Water and Communications Minister Datuk Shaziman Abu Mansor pernah menyebut blogger anonim sebagai blogger sebagai Sniper(Penembak Gelap), kini dia mengatakan bahwa blogger yang menggunakan website yang disimpan di hosting lokal(Malaysia) mungkin akan diminta untuk mendaftarkan dirinya kepada pihak yang berwenang, dalam pernyataannya itu dia juga mengatakan pendaftaran adalah salah satu tolok ukur pemerintah yang dipertimbangkan untuk mencegah penyebaran berita negatif atau berbahaya di internet.

pernyataan Datuk Shaziman Abu Mansor itu rupanya terlambat… blogger Malaysia telah mendirikan Pakatan Kebangsaan Penulis Blog (National Alliance of Bloggers), pada tanggal 5 April 2007 dengan Ahiruddin Attan sebagai Presidennya…

Walaupun PM Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mengatakan bahwa pemerintah tidak punya rencana untuk mewajibkan blogger untuk melakukan pendaftaran, sayangnya faux pas yang dilakukan Datuk Shaziman Abu Mansoritu juga telah menyulut masalah lebih besar di seluruh dunia. Mulai dari dari Al-Jazeera , MSNBC, sampai Reporters sans frontières (media-media lain yang memuat berita ini dapat dilihat di blog Jeff Ooi, Screenshots).

saya salut kepada kawan-kawan blogger Malaysia…
selamat atas berdirinya National Alliance of Bloggers,
bloggers unite!!!

ps: terima kasih kepada daeng rusle’ yang telah menuliskan tentang cerita ini di milis Anging Mammiri

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog

crew melancong yuk - nila tanzil

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog….

semuanya terhubung ketika Malaysia Tourism Board mengundang 190 jurnalis dari berbagai negara untuk untuk meyaksikan pembukaan Floral Festival 2007 yang merupakan bagian dari program Visit Malaysia 2007. Nila Tanzil, presenter Melancong Yuk, beserta timnya yang mewakili SCTV mendapat beberapa hambatan saat akan melaksanakan tugasnya, dan merasa kecewa dengan tanggapan pihak pemerintah Malaysia (MTB). Nila lalu menuliskan perjalananannya itu di blog pribadinya dan di blog maverick.

tampaknya perwakilan MTB di indonesia dan SCTV merasa tidak senang dengan tulisan Nina itu, hingga akhirnya nina pun di suspend dari pekerjaannya sebagai presenter…..

Masalah tak berakhir disini, selanjutnya ndoro kakung menuliskan Corong Pecas Ndahe yang lalu dikuti dengan Wicaksono yang menuliskan Blog vs TV Swasta, tulisan itu lalu disusul oleh Ong Hock Chuan seorang blogger Malaysia yang tinggal di Jakarta, yang menuliskan Chronology of how an issue begins? dan Malaysian Tourism Board and the Indonesian blogger yang akhirnya masalah ini dibahas oleh Wong Chun Wai dalam Reporter’s red tape nightmare

tulisan Wong Chun Wai lalu dimuat di The Star Online, situs sebuah koran Malaysia… dimana akhirnya masalah ini menjadi besar (tapi belum berakhir) di Malaysia dan diketahui oleh banyak orang…

Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister
disinilah muncul nama Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister. Dia mengatakan kalau blogger itu pembohong, ditambah lagi dia menyatakan bahwa dari 10.000 blogger yang pengangguran, 8.000 diantaranya adalah wanita. dan untuk menambah masalah, dia mengeluarkan pernyataan itu tepat pada International Women’s Day! entah apakah dia sadar dampak yang akan dihasilkan pernyataannya itu…

banyak pertanyaan yang timbul dari kejadian ini…
tentang tugas jurnalistik, tentang resiko, etika, dan kekuatan tulisan di blog, tentang tanggungjawab, tentang feminisme, red tape, nasionalisme, kebebasan dan tentang kata-kata!
terlalu banyak….

tragedi garuda, membawa duka dunia pramuka….

Koesnadi_hardjasoemantri (foto©TokohIndonesia.com)
(foto diambil dari TokohIndonesia.com)

dalam tragedi garuda, terdapat korban dari keluarga besar gerakan pramuka, kak koesnadi…..

kak koesnadi, walau saya tak kenal secara pribadi, tapi saya tahu bahwa beliau adalah orang yang benar-benar telah berjasa besar kepada dunia….

berita-berita tentag kak koesnadi, antara lain :

berikut adalah ucapan duka cita dari pimpinan kwarnas gerakan pramuka

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Beserta jajaran Gerakan Pramuka seluruh Indonesia

Turut Berduka Cita

atas wafatnya

PROF.DR.H. KOESNADI HARDJASOEMANTRI, SH, ML

80 TAHUN

Andalan Nasional masa bakti 1993 – 1998 dan 1998 – 2003

(SAAT INI MENJABAT KETUA POKJA RUU GERAKAN PRAMUKA)

Hari Rabu, 7 Maret 2007 pukul 07.00 WIB

dalam kecelakaan pesawat Garuda Boing 737 – GA 400

di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta

Dimakamkan di Pemakaman UGM Sawitsari, Yogyakarta

Tanggal 8 Maret 2007, Ba’da Dzuhur

Semoga arwah Almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya dan dilipatgandakan pahala amal kebaikannya, kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan kesabaran lahir batin

Amin

Photos of Event @ Horizon

.flickr-photo { }.flickr-yourcomment { }.flickr-frame { text-align: left; padding: 3px; }.flickr-caption { font-size: 0.8em; margin-top: 0px; }


IMG_9041, originally uploaded by cikal61.

seri foto baru di fotocikal61,
photo taken @ Bank Niaga’s Event @Hotel Horizon in 070222,

check them out!

Message from the Secretary General

eduardo_with_kids_articleimage

pesan ini disampaikan oleh WOSM Secretary General dalam rangka Founder’s Day,
SELAMAT MEMPERINGATI FOUNDER’S DAY UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU PRAMUKA & PANDU(SCOUT) DI SELURUH DUNIA……………

Dear sisters and brothers,
In closing his last message to us all, B-P wrote: “…stick to your promise always, even after you have ceased to be a boy…” and obviously nowadays a girl also.

It is the promise that makes our Movement so different from every other youth movement and organisation in society, it is loyalty to that commitment that makes us Scouts, rather that simply people dedicating or having dedicated some time of our life to Scouting.

Today we commemorate the joint birthday of B-P and his wife Olave, in a very special historical moment, as this date is also the 150th anniversary of B-P’s birth and falls in the Centenary of Scouting.

In these hundred years, hundreds of millions of girls and boys, women and men have made the commitment to do their best to leave the world a little better than they found it, and in many places and in different moments in time, Scouts have really made the difference!

In the present times of increasing disparities, world wide tensions and growing conflicts, where due to irresponsible life-styles humanity is seriously putting our planet’s environmental stability at risk, and so grows the dramatic need for more, good Scouts.

Let the centenary year also be the occasion for a special commitment. Renewing our Promise today, we should not only look at the past with gratitude to B-P, and to all those who opened for us “the road to success”, giving us the opportunity to live the unique, exciting and involving experience that is Scouting. We should also look with optimism and courage toward the future, with the fleur de lys and our promise firmly guiding us in the direction of creating a better world.
Yours in Scouting,

Eduardo Missoni
Secretary General

Jostein Gaarder, writer who changed so many lives….

Photobucket - Video and Image Hosting

Jostein Gaarder (lahir 8 Agustus 1952) adalah seorang penulis novel, cerita pendek dan buku anak-anak dari Norwegia.

Gaarder dilahirkan di Oslo, Norwegia, di keluarga yang berpendidikan. Dia mempelajari bahasa-bahasa Skandinavia dan Teologi di University of Oslo. Sebelum memulai karir menulisnya, dia mengajar filsafat.

Karyanya yang paling terkenal adalah Dunia Sophie, dengan subtitel Sebuah Novel Tentang Sejarah Filsafat. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam limapuluhtiga bahasa; duapuluhenam juta eksemplar tercetak, dengan tiga juta eksemplar terjual di Jerman saja.

Pada tahun 1997, dia mendirikan Sophie Prize bersama istrinya, Siri Danneviq. Penghargaan internasional ini diberikan kepada perjuangan untuk pembangunan masyarakan dan pelestarian lingkungan, sebesar US$ 100,000, yang diberikan setiap tahun. Penghargaan ini dinamai sesuai dengan novelnya Dunia Sophie.


(Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.)

BIOGRAPHY
Jostein Gaarder was born in Oslo, Norway in 1952. His parents’ occupations presaged his own interests in teaching and writing — his father was a headmaster and his mother a teacher and author of children’s books. Gaarder attended the Oslo Katerdralskole and the University of Oslo, where he studied Scandinavian languages and theology.

Following his 1974 marriage, Gaarder began to write, contributing to several textbooks on philosophy and theology. His family moved to Bergen in 1981, where he began to teach high school philosophy, a post he held for several years. His first fiction book, Diagnosen og andre noveller (The Diagnosis and Other Stories) was published in 1986. Two books for children followed, Barna fra Sukhavati (The Children from Sukhavati, 1987) and Froskeslottet (The Frog Castle, 1988) before the publication of Kabalmysteriet (The Solitaire Mystery) in 1990. Kabalmysteriet won both the Norwegian Literary Critics’ Award and the Ministry of Cultural and Scientific Affairs Literary Prize.

Sofies verden (Sophie’s World) followed in 1991 and was a gigantic success. For three years running it was Norway’s number one best-seller, and it repeated this success in nearly every country in which it appeared. To date, the book has been published in 45 languages and was the best-selling fiction book in the world in 1995, an astonishing achievement for what is essentially a textbook in the form of a novel.

The success of Sophie’s World allowed Gaarder to become a full-time writer. It also allowed him to become a philanthropist. In 1997 Gaarder and wife Siri Dannevig formed the Sofie Foundation to promote a sustainable environment. The foundation annually awards the Sophie Prize, worth $100,000 US to “an individual or an organization that in a pioneering or a particularly creative way, has pointed to alternatives to the present development and/or put such alternatives into practice.”

Gaarder continues to publish a new book every one to two years. Gaarder, Siri, and their two sons live in Oslo.

SELECTED BIBLIOGRAPHY
Gaarder’s primary publisher is H. Ashehoug & Company of Oslo, Norway. They maintain a complete list of his (fiction) books here.

* Diagnosen og andre noveller (The Diagnosis and Other Stories). Oslo: Aschehoug, 1986. (stories)

* Froskeslottet (The Frog Castle). Oslo: Aschehoug, 1988. (children’s book)

* Kabalmysteriet (The Solitaire Mystery). Oslo: Aschehoug, 1990. (novel)

* Sofies verden (Sophie’s World). Oslo: Aschehoug, 1991. (novel)

* Julemysteriet (The Christmas Mystery). Oslo: Aschehoug, 1992. (novel).

* I et speil, i en gåte (Through a Glass, Darkly). Oslo: Aschehoug, 1993. (novel)

* Hallo? Er det noen her? (Hello? Is Anybody There?). Oslo: Gyldendal, 1996. (children’s book)

* Vita Brevis (That Same Flower). Oslo: Aschehoug, 1996. (novella)

* Maya. Oslo: Aschehoug, 1999. (novel)

* Sirkusdirektørens datter (The Ringmaster’s Daughter). Oslo: Aschehoug, 2001. (novel)


(dari Biografi Jostein Gaarder)