[Pramuka] Makna di balik seragam


dari milis pramuka



date
Aug 17, 2007 5:53 PM

subject
[Pramuka] Re: Makna di balik seragam

Kisah ini beasal dari seorang gadis remaja sebut saja Wuri…

Wuri baru saja masuk disebuah SMA di Yogya, meskipun usianya baru
akan beranjak 15 tahun namun dia telah tercatat sebagai tamu ambalan
digugusdepannya tentu saja setelah melewati prosesi alih golongan
secara formalitas (untung2 masih ada gudep yang menyelenggarakannya!)
dan mengikuti kegiatan Orientasi Dasar Kepenegakan (ODT).

Wuri bercerita dalam kegiatan tersebut ia mendapatkan banyak materi,
dari materi2 dasar kepramukaan sampai materi2 tentang dunia penegak
yang belum pernah dia dapatkan. Namun ada satu materi yang
meninggalkan kesan mendalam dalam dirinya yaitu materi
tentang “Kiasan Dasar & Tanda Pengenal Gerakan Pramuka”

Kata Wuri ketika itu kakak pembina yang memberikan materi bertanya
pada mereka,”Siapa yang tau, kenapa seragam pramuka berwarna Coklat
tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah
Putih?”kenapa seragam pramuka tidak warna biru?atau hijau?atau
kuning? Atau warna yang lainnya?…..tidak ada yang menjawab, ada
yang diam ada yang berbisik2 tapi tak ada satupun yang berani bicara,
entah karena tidak tau, lupa, malas bicara atau takut salah
bicara…..setelah menunggu sejenak akhirnya kakak pembina pun
menjelaskan….

Adik-adik…. dulu kakak-kakak para pendahulu kita memilih warna -
warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita
yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar
seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu
yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus
perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya…..(kemudian
sambil membuat ilustrasi berupa gambar dipapan tulis, beliau
melanjutkan penjelasan dengan sedikit berpuisi)……

Coklat tua adalah warna tanah Indonesia….
Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia….
Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia….

…… Sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu
yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk
membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di
bumi Nusantara….

Kemudian secara panjang lebar dengan diselingi kata kata puitis
beliau bercerita bahwa warna coklat adalah warna pakaian yang juga
digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang
penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita memperjuangkan
kemerdekaan Indonesia…betapa banyak nyawa dan harta yang telah
dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi
nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan
Indonesia….
dengan penuh semangat beliau melanjutkan, “oleh karena itu adik
adikku tercinta, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus
selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah
diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan
pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi
pribadi yang tangguh bermoral utama…..penuhi janjimu, Trisatya!…
amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang
utama….pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi
Indonesia tercinta ini…

Kemudian beliau menjelaskan tentang seragam pramuka, dari mulai
perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang,
penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya,
tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti
kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa)
kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar
mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang
bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya
sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat…. dan lain
sebagainya – dan lain sebagainya, semuanya beliau jelaskan dengan
cara yang menarik sehingga Wuri terkagum2 dibuatnya…..
“Ooh… ternyata seragam yang aku pakai ini dari ujung kepala sampai
ujung kaki memiliki makna yang sungguh menakjubkan,’keren’ dan
dalam!”…..

Ada sebuah kebanggaan dalam dirinya, tidak hanya kebanggaan memakai
seragam pramuka…. juga kebanggaan menjadi anak Indonesia… Sebuah
semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar
kain yang semula tidak bermakna … yang setelah dijahit dan
dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka……

Meskipun Wuri sangat miris jika melihat pelajar yang memakai pakaian
pramuka bolos sekolah nongkrong dipinggir jalan sambil
merokok…..atau ngebut-ngebutan dijalanan ataupun berita ditelevisi,
tentang tawuran pelajar dan sebagian mereka memakai pakaian
pramuka…..Namun hatinya tak pernah goyah, sejak Wuri mendapatkan
materi dalam ODT, ia jadi rajin mengikuti setiap latihan Pramuka.
Setiap akan berangkat latihan ia selalu menyiapkan diri dengan
seragam lengkap yang dipakai dengan rapih, mengikat erat setangan
lehernya dengan rapih dan melangkah dengan mantap.. didalam hatinya
tertanam sebuah janji “akulah seorang pandu yang lahir dan berpijak
diatas tanah air Indonesia… aku akan selalu siap sedia membela dan
mempertahankan sang Merah Putih agar tetap berkibar di bumi
Nusantara”…….

Akan tetapi, beberapa minggu terakhir ketika Wuri melihat dan membaca
berita disebuah koran dan juga beberapa berita disebuah milis pramuka
diinternet melalui laptop kakaknya, hati Wuri menjadi
gundah….banyak tanya menggumpal diotaknya…
apa benar seragam pramuka berubah? mengapa seragam yang mereka
(kontingen jamdun)pakai berbeda dengan yang aku pakai?kenapa setangan
lehernya seperti itu?apa maksudnya ya? apa maknanya masih sama dengan
seragam yang aku pakai?….
karena penasaran,Wuri pun bertanya pada sang kakak,yang juga aktifis
pramuka. namun hati wuri semakin bertambah gundah ketika sang kakak
menjawab dengan enteng dan asal tanpa merasa berdosa.. ” yaaa…
mungkin Pramuka sudah kehilangan jati diri, jadi buat identitas
baru!?!”…….hah..
wallohua’lam….

Dirgahayu Indonesia, Semoga Pramuka kembali berjaya!

nia – jogja

[Pramuka] " SEDIA "

dari milis pramuka



date
Aug 6, 2007 1:18 AM

subject
[Pramuka] ” SEDIA “

Saya sangat setuju dengan pendapat bahwa seragam Pramuka itu bukan hanya
seragam, tapi juga alat Pendidikan.
Tapi kita bisa bertanya , seandainya ” Alat Pendidikan ” itu sudah kabur
maknanya/ sudah ngawur penggunaannya, apakah kita tidak berfikir ingin
memperbaharuinya ( memperbaikinya ).

” Didalam kepanduan/Pramuka dari mulai awalnya , banyak hal yang bagus tapi
tidak pernah di ” patenkan ” , jadi setiap orang bisa membikin dan
mencontohnya, bukan hanya pakaian/atribut , tapi juga istilah istilah
kepanduan/scoutisme pun sudah tidak jadi milik utama Kepanduan, ambil contoh kata Pandu,
sampai jadi pemandu lagu, atau jamboree, setiap perkumpulan apapun bisa
menggunakan kata Jambore “

Kembali kepada Seragam Pramuka,
Kita jadi tidak bisa apa apa kalau ” Seragam Pramuka di jual dipasar, atau
ada yang memakai setengan leher jadi ikat kepala, Baju Pramuka lengkap dengan
tanda tanda dipakai main layangan, atau ada di situs erotik.

Jadi saya pikir , kita perlu mengadakan sebuah ” mini revolusi “, sebuah
perubahan, bukan hanya seragamnya itu sendiri, tapi juga yang menyangkut
peraturan ( petunjuk pelaksana pemakainnya ) juga hak cipta dari sergam dan segala
atributnya, sehingga selain bisa menghasilkan dana juga kontrol produksi
karena tidak setiap orang bebas mancetak dan mencari keuntungan diatas pundak GP

Karena adanya ” mini revolusi ” itu, menjadi kesempatan setiap sekolahan
harus mendaftar ulang murid muridnya, yang benar benar ingin menjadi anggota GP/
membayar iuran – berkartu anggota – dan tidak ada kewajiban berpakaian
Pramuka kecuali pada waktu latihan/kegian Pramuka, selain akan meringankan orang
tua murid karena tida ada keharusan membeli seragam Pramuka, juga menjadikan
kegiatan Pramuka benar benar Gudep yang berlokasi di sekolah,dan merupakan
kegiatan diluar sekolah

Banyak yg berkata bahwa Gerakan Pramuka sudah hilang daya tariknyan, saya
kira masalahnya bukan kehilangan daya tarik, tapi semakin banyaknya kegiatan
baru yang lebih menarik – ( bukankah remaja selalu lebih tertarik oleh hal
baru ?!)

Kalau Gerakan Pramuka ( Kepanduan Indonesia ) masih bisa bertahan lebih
dari lima puluh tahun , atau seratus tahun Kepanduan dunia, jadi saya kira masih
banyak yang tertarik dan mencintainya.
Masalah kita sekarang bagaimana kita menciptakan SESUATU YANG BARU didalam
Gerakan Pramuka, yang bisa bersaing dengan hal hal yg baru diluar GP

Saya kira sudah waktunya semua fihak membuka kesempatan – dan hati – untuk
berdialog mencari ” SESUATU YG BARU ” ;

KWARTIR NASIONAL bisa mengumpulkan semua AHLI – pendidikan & sosal dll -
yang ada didalam GP ( maksudnya yg benar benar PRAMUKA yang mengerti ttg GP
- jelasnya yang ber TRY SATYA/DASA DHARMA , yang mau membesarkan GP dan
BUKAN YANG MAU BESAR MELALUI GP – menjadikan GP sebagai BATU LONCATAN untuk
kepentinga priibadi ?!!

Saya tidak bisa berbuat, karena kesempatan saya masih belum memungkinkan,
tapi saya punya hati untuk mencintai, dan sedikit pemikiran untuk disumbangkan.

DIRGAHAYU GERAKAN PRAMUKA
DIRGAHAYU KEPANDUAN INDONESIA
TERIMA KASIH BP YANG SERATUS TAHUN YANG LALU TELAH MEMBAWA ANAK ANAK UNTUK
BERKEMAH, DAN SAYA PERNAH MERASAKAN BETAPA INDAHNYA

” SATU DUNIA SATU JANJI “

Tetap Memandu

Tata
La Seyne/France
5 Agustus 2007

Scouting’s Sunrise Day, peringatan 100 tahun Kepanduan…


On 1 August 1907, Scouting’s Founder Robert Baden-Powell blew his kudu horn on Brownsea Island at 08:00 to open the world’s first Scout camp. Soon thereafter, Scouting began to quickly spread around the world and now exists in 216 countries and territories.
(http://eng.scouting2007.org/activities/sunrise/)

Selamat memperingati 100 Tahun Kepanduan…

karena saya tak sempat menulis, ini beberapa berita yang terkait……

Message from the Secretary General

eduardo_with_kids_articleimage

pesan ini disampaikan oleh WOSM Secretary General dalam rangka Founder’s Day,
SELAMAT MEMPERINGATI FOUNDER’S DAY UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU PRAMUKA & PANDU(SCOUT) DI SELURUH DUNIA……………

Dear sisters and brothers,
In closing his last message to us all, B-P wrote: “…stick to your promise always, even after you have ceased to be a boy…” and obviously nowadays a girl also.

It is the promise that makes our Movement so different from every other youth movement and organisation in society, it is loyalty to that commitment that makes us Scouts, rather that simply people dedicating or having dedicated some time of our life to Scouting.

Today we commemorate the joint birthday of B-P and his wife Olave, in a very special historical moment, as this date is also the 150th anniversary of B-P’s birth and falls in the Centenary of Scouting.

In these hundred years, hundreds of millions of girls and boys, women and men have made the commitment to do their best to leave the world a little better than they found it, and in many places and in different moments in time, Scouts have really made the difference!

In the present times of increasing disparities, world wide tensions and growing conflicts, where due to irresponsible life-styles humanity is seriously putting our planet’s environmental stability at risk, and so grows the dramatic need for more, good Scouts.

Let the centenary year also be the occasion for a special commitment. Renewing our Promise today, we should not only look at the past with gratitude to B-P, and to all those who opened for us “the road to success”, giving us the opportunity to live the unique, exciting and involving experience that is Scouting. We should also look with optimism and courage toward the future, with the fleur de lys and our promise firmly guiding us in the direction of creating a better world.
Yours in Scouting,

Eduardo Missoni
Secretary General

time2time, cikal61 photos – 1999

tahun 1999…..
saya masih kelas 2 sma, jadi ketua saker ppkas 19, mendaki gunung bawakaraeng (hanya sampai pos 5 hehehehe), dan gila2an di tahun baru (tahun baru 2000, lagi ngetrend millenium!)


@ppkas19, waktu itu saya jadi ketua saker….


@bawakaraeng


@istana, tahun baru…… foto rame2, rambut dicat warna-warni ikut2 trend millenium hehehehehe

Dewan SEHATI 2006 – 2007

Musam telah berakhir, dan Dewan Ambalan SEHATI Gudep Makassar 04-057 – 04-058 SMA Negeri 2 Makassar Masa Bakti 2006-2007 telah terpilih……

merekalah yang akan melanjutkan perjuangan SEHATI…..

Dewan Ambalan Putra 04-057
Kadapa : K’ Upi
Wakadapa : K’ Yudha
Sekdapa : K’ Hamka
Wasekdapa : K’ Arya.
Bendapa : K’ Syahrul

Dewan Ambalan Putri 04-058
Kadapi : K’ Wiwit
Wakadapi : K’ Adhist
Sekdapi : K’ Tuti
Wasekdapi : K’ Yusniar
Bendapi : K’ Ami

Insya Allah, Pelantikan Dewan Ambalan SEHATI masa bakti 2006 – 2007 akan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Makassar pada hari Senin, 29 Januari 2007.

SELAMAT DAN SUKSES UNTUK DEWAN AMBALAN SEHATI MASA BAKTI 2006 – 2007

SEKAWAN HARAPAN TANAH AIR INDONESIA

kpb vs dewan ambalan???

pagi ini akan ada pertemuan antara KPB dan Dewan Ambalan SEHATI…….
untuk membahas kesalahpahaman yang terjadi pada waktu sidang Musyawarah Ambalan hari Rabu, 18 Januari 2007…..

pribadi, saya masih tidak terima atas perlakuan Dewan Ambalan hari itu, tapi apapun keputusan Ketua KPB nanti saya akan patuh……..