PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI

dikutip dari situs GOLA GONG

Kau harus berani mengatakan “tidak” untuk yang salah dan “ya” untuk yang benar.
Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu.
Kau harus berani melindungi yang tertindas.
Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki,
tapi kau berganti menjadi suami dan ayah.
Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu.
Kau harus bekerja dan menafkahi mereka.
Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka.

[Pramuka] Makna di balik seragam


dari milis pramuka



date
Aug 17, 2007 5:53 PM

subject
[Pramuka] Re: Makna di balik seragam

Kisah ini beasal dari seorang gadis remaja sebut saja Wuri…

Wuri baru saja masuk disebuah SMA di Yogya, meskipun usianya baru
akan beranjak 15 tahun namun dia telah tercatat sebagai tamu ambalan
digugusdepannya tentu saja setelah melewati prosesi alih golongan
secara formalitas (untung2 masih ada gudep yang menyelenggarakannya!)
dan mengikuti kegiatan Orientasi Dasar Kepenegakan (ODT).

Wuri bercerita dalam kegiatan tersebut ia mendapatkan banyak materi,
dari materi2 dasar kepramukaan sampai materi2 tentang dunia penegak
yang belum pernah dia dapatkan. Namun ada satu materi yang
meninggalkan kesan mendalam dalam dirinya yaitu materi
tentang “Kiasan Dasar & Tanda Pengenal Gerakan Pramuka”

Kata Wuri ketika itu kakak pembina yang memberikan materi bertanya
pada mereka,”Siapa yang tau, kenapa seragam pramuka berwarna Coklat
tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah
Putih?”kenapa seragam pramuka tidak warna biru?atau hijau?atau
kuning? Atau warna yang lainnya?…..tidak ada yang menjawab, ada
yang diam ada yang berbisik2 tapi tak ada satupun yang berani bicara,
entah karena tidak tau, lupa, malas bicara atau takut salah
bicara…..setelah menunggu sejenak akhirnya kakak pembina pun
menjelaskan….

Adik-adik…. dulu kakak-kakak para pendahulu kita memilih warna -
warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita
yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar
seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu
yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus
perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya…..(kemudian
sambil membuat ilustrasi berupa gambar dipapan tulis, beliau
melanjutkan penjelasan dengan sedikit berpuisi)……

Coklat tua adalah warna tanah Indonesia….
Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia….
Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia….

…… Sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu
yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk
membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di
bumi Nusantara….

Kemudian secara panjang lebar dengan diselingi kata kata puitis
beliau bercerita bahwa warna coklat adalah warna pakaian yang juga
digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang
penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita memperjuangkan
kemerdekaan Indonesia…betapa banyak nyawa dan harta yang telah
dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi
nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan
Indonesia….
dengan penuh semangat beliau melanjutkan, “oleh karena itu adik
adikku tercinta, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus
selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah
diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan
pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi
pribadi yang tangguh bermoral utama…..penuhi janjimu, Trisatya!…
amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang
utama….pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi
Indonesia tercinta ini…

Kemudian beliau menjelaskan tentang seragam pramuka, dari mulai
perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang,
penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya,
tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti
kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa)
kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar
mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang
bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya
sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat…. dan lain
sebagainya – dan lain sebagainya, semuanya beliau jelaskan dengan
cara yang menarik sehingga Wuri terkagum2 dibuatnya…..
“Ooh… ternyata seragam yang aku pakai ini dari ujung kepala sampai
ujung kaki memiliki makna yang sungguh menakjubkan,’keren’ dan
dalam!”…..

Ada sebuah kebanggaan dalam dirinya, tidak hanya kebanggaan memakai
seragam pramuka…. juga kebanggaan menjadi anak Indonesia… Sebuah
semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar
kain yang semula tidak bermakna … yang setelah dijahit dan
dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka……

Meskipun Wuri sangat miris jika melihat pelajar yang memakai pakaian
pramuka bolos sekolah nongkrong dipinggir jalan sambil
merokok…..atau ngebut-ngebutan dijalanan ataupun berita ditelevisi,
tentang tawuran pelajar dan sebagian mereka memakai pakaian
pramuka…..Namun hatinya tak pernah goyah, sejak Wuri mendapatkan
materi dalam ODT, ia jadi rajin mengikuti setiap latihan Pramuka.
Setiap akan berangkat latihan ia selalu menyiapkan diri dengan
seragam lengkap yang dipakai dengan rapih, mengikat erat setangan
lehernya dengan rapih dan melangkah dengan mantap.. didalam hatinya
tertanam sebuah janji “akulah seorang pandu yang lahir dan berpijak
diatas tanah air Indonesia… aku akan selalu siap sedia membela dan
mempertahankan sang Merah Putih agar tetap berkibar di bumi
Nusantara”…….

Akan tetapi, beberapa minggu terakhir ketika Wuri melihat dan membaca
berita disebuah koran dan juga beberapa berita disebuah milis pramuka
diinternet melalui laptop kakaknya, hati Wuri menjadi
gundah….banyak tanya menggumpal diotaknya…
apa benar seragam pramuka berubah? mengapa seragam yang mereka
(kontingen jamdun)pakai berbeda dengan yang aku pakai?kenapa setangan
lehernya seperti itu?apa maksudnya ya? apa maknanya masih sama dengan
seragam yang aku pakai?….
karena penasaran,Wuri pun bertanya pada sang kakak,yang juga aktifis
pramuka. namun hati wuri semakin bertambah gundah ketika sang kakak
menjawab dengan enteng dan asal tanpa merasa berdosa.. ” yaaa…
mungkin Pramuka sudah kehilangan jati diri, jadi buat identitas
baru!?!”…….hah..
wallohua’lam….

Dirgahayu Indonesia, Semoga Pramuka kembali berjaya!

nia – jogja

[Pramuka] " SEDIA "

dari milis pramuka



date
Aug 6, 2007 1:18 AM

subject
[Pramuka] ” SEDIA “

Saya sangat setuju dengan pendapat bahwa seragam Pramuka itu bukan hanya
seragam, tapi juga alat Pendidikan.
Tapi kita bisa bertanya , seandainya ” Alat Pendidikan ” itu sudah kabur
maknanya/ sudah ngawur penggunaannya, apakah kita tidak berfikir ingin
memperbaharuinya ( memperbaikinya ).

” Didalam kepanduan/Pramuka dari mulai awalnya , banyak hal yang bagus tapi
tidak pernah di ” patenkan ” , jadi setiap orang bisa membikin dan
mencontohnya, bukan hanya pakaian/atribut , tapi juga istilah istilah
kepanduan/scoutisme pun sudah tidak jadi milik utama Kepanduan, ambil contoh kata Pandu,
sampai jadi pemandu lagu, atau jamboree, setiap perkumpulan apapun bisa
menggunakan kata Jambore “

Kembali kepada Seragam Pramuka,
Kita jadi tidak bisa apa apa kalau ” Seragam Pramuka di jual dipasar, atau
ada yang memakai setengan leher jadi ikat kepala, Baju Pramuka lengkap dengan
tanda tanda dipakai main layangan, atau ada di situs erotik.

Jadi saya pikir , kita perlu mengadakan sebuah ” mini revolusi “, sebuah
perubahan, bukan hanya seragamnya itu sendiri, tapi juga yang menyangkut
peraturan ( petunjuk pelaksana pemakainnya ) juga hak cipta dari sergam dan segala
atributnya, sehingga selain bisa menghasilkan dana juga kontrol produksi
karena tidak setiap orang bebas mancetak dan mencari keuntungan diatas pundak GP

Karena adanya ” mini revolusi ” itu, menjadi kesempatan setiap sekolahan
harus mendaftar ulang murid muridnya, yang benar benar ingin menjadi anggota GP/
membayar iuran – berkartu anggota – dan tidak ada kewajiban berpakaian
Pramuka kecuali pada waktu latihan/kegian Pramuka, selain akan meringankan orang
tua murid karena tida ada keharusan membeli seragam Pramuka, juga menjadikan
kegiatan Pramuka benar benar Gudep yang berlokasi di sekolah,dan merupakan
kegiatan diluar sekolah

Banyak yg berkata bahwa Gerakan Pramuka sudah hilang daya tariknyan, saya
kira masalahnya bukan kehilangan daya tarik, tapi semakin banyaknya kegiatan
baru yang lebih menarik – ( bukankah remaja selalu lebih tertarik oleh hal
baru ?!)

Kalau Gerakan Pramuka ( Kepanduan Indonesia ) masih bisa bertahan lebih
dari lima puluh tahun , atau seratus tahun Kepanduan dunia, jadi saya kira masih
banyak yang tertarik dan mencintainya.
Masalah kita sekarang bagaimana kita menciptakan SESUATU YANG BARU didalam
Gerakan Pramuka, yang bisa bersaing dengan hal hal yg baru diluar GP

Saya kira sudah waktunya semua fihak membuka kesempatan – dan hati – untuk
berdialog mencari ” SESUATU YG BARU ” ;

KWARTIR NASIONAL bisa mengumpulkan semua AHLI – pendidikan & sosal dll -
yang ada didalam GP ( maksudnya yg benar benar PRAMUKA yang mengerti ttg GP
- jelasnya yang ber TRY SATYA/DASA DHARMA , yang mau membesarkan GP dan
BUKAN YANG MAU BESAR MELALUI GP – menjadikan GP sebagai BATU LONCATAN untuk
kepentinga priibadi ?!!

Saya tidak bisa berbuat, karena kesempatan saya masih belum memungkinkan,
tapi saya punya hati untuk mencintai, dan sedikit pemikiran untuk disumbangkan.

DIRGAHAYU GERAKAN PRAMUKA
DIRGAHAYU KEPANDUAN INDONESIA
TERIMA KASIH BP YANG SERATUS TAHUN YANG LALU TELAH MEMBAWA ANAK ANAK UNTUK
BERKEMAH, DAN SAYA PERNAH MERASAKAN BETAPA INDAHNYA

” SATU DUNIA SATU JANJI “

Tetap Memandu

Tata
La Seyne/France
5 Agustus 2007

National Alliance of Bloggers… jawaban blogger malaysia untuk Zainuddin Maidin

masih ingat dengan kisah perseteruan nila tanzil dan tengku adnan?, saya kira tidak lama setelah itu semua masalah antara blogger dan pemerintah malaysia akan segera selesai…

ternyata saya salah!
perseteruan terus berlanjut, mungkin tidak tepat kalau saya sebut perseteruan, tapi entah apa namanya kejadian-kejadian ini.

setelah pernyataan pedas tengku adnan, kini giliran Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin, yang meminta kepada Kantor Berita Malaysia, Bernama untuk tidak mengutip dari Blog ketika menulis berita karena blog sebagai sumber informasi tidak dapat dianggap mempunyai otoritas. Dalam pernyataannya itu dia juga mengatakan “The information posted on the blog website may be something provocative, politically motivated, inaccurate and are mostly rumours floated for the interests of certain parties,”

tampaknya pernyataannya itu merupakan kebijakan(?) pemerintah Malaysia. Susan Loone menuliskan tentang keputusan Kementerian Keselamatan Dalam Negeri Malaysia yang “meminta” (tidak “memerintahkan”) koran untuk tidak mempublikasikan artikel-artikel yang tidak shahih(?) , bersifat spekulatif dan tidak benar dari website dan blog.

Picture taken from susan loone’s blog,
courtesy of Malaysiakini.com.

selain itu di detiknet, ada lagi pernyataan Zainuddin Maidin yang menyatakan bahwa blogger adalah jurnalis yang frustasi. tapi saya tidak dapat menemukan sumber informasi lain tentang pernyataan ini.

Perseteruan antara Blogger dan Pemerintah belum menjadi masalah berarti di Indonesia, tapi di Malaysia tampaknya sudah menjadi masalah serius…..

Setelah Malaysia Deputy Energy, Water and Communications Minister Datuk Shaziman Abu Mansor pernah menyebut blogger anonim sebagai blogger sebagai Sniper(Penembak Gelap), kini dia mengatakan bahwa blogger yang menggunakan website yang disimpan di hosting lokal(Malaysia) mungkin akan diminta untuk mendaftarkan dirinya kepada pihak yang berwenang, dalam pernyataannya itu dia juga mengatakan pendaftaran adalah salah satu tolok ukur pemerintah yang dipertimbangkan untuk mencegah penyebaran berita negatif atau berbahaya di internet.

pernyataan Datuk Shaziman Abu Mansor itu rupanya terlambat… blogger Malaysia telah mendirikan Pakatan Kebangsaan Penulis Blog (National Alliance of Bloggers), pada tanggal 5 April 2007 dengan Ahiruddin Attan sebagai Presidennya…

Walaupun PM Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mengatakan bahwa pemerintah tidak punya rencana untuk mewajibkan blogger untuk melakukan pendaftaran, sayangnya faux pas yang dilakukan Datuk Shaziman Abu Mansoritu juga telah menyulut masalah lebih besar di seluruh dunia. Mulai dari dari Al-Jazeera , MSNBC, sampai Reporters sans frontières (media-media lain yang memuat berita ini dapat dilihat di blog Jeff Ooi, Screenshots).

saya salut kepada kawan-kawan blogger Malaysia…
selamat atas berdirinya National Alliance of Bloggers,
bloggers unite!!!

ps: terima kasih kepada daeng rusle’ yang telah menuliskan tentang cerita ini di milis Anging Mammiri

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog

crew melancong yuk - nila tanzil

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog….

semuanya terhubung ketika Malaysia Tourism Board mengundang 190 jurnalis dari berbagai negara untuk untuk meyaksikan pembukaan Floral Festival 2007 yang merupakan bagian dari program Visit Malaysia 2007. Nila Tanzil, presenter Melancong Yuk, beserta timnya yang mewakili SCTV mendapat beberapa hambatan saat akan melaksanakan tugasnya, dan merasa kecewa dengan tanggapan pihak pemerintah Malaysia (MTB). Nila lalu menuliskan perjalananannya itu di blog pribadinya dan di blog maverick.

tampaknya perwakilan MTB di indonesia dan SCTV merasa tidak senang dengan tulisan Nina itu, hingga akhirnya nina pun di suspend dari pekerjaannya sebagai presenter…..

Masalah tak berakhir disini, selanjutnya ndoro kakung menuliskan Corong Pecas Ndahe yang lalu dikuti dengan Wicaksono yang menuliskan Blog vs TV Swasta, tulisan itu lalu disusul oleh Ong Hock Chuan seorang blogger Malaysia yang tinggal di Jakarta, yang menuliskan Chronology of how an issue begins? dan Malaysian Tourism Board and the Indonesian blogger yang akhirnya masalah ini dibahas oleh Wong Chun Wai dalam Reporter’s red tape nightmare

tulisan Wong Chun Wai lalu dimuat di The Star Online, situs sebuah koran Malaysia… dimana akhirnya masalah ini menjadi besar (tapi belum berakhir) di Malaysia dan diketahui oleh banyak orang…

Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister
disinilah muncul nama Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister. Dia mengatakan kalau blogger itu pembohong, ditambah lagi dia menyatakan bahwa dari 10.000 blogger yang pengangguran, 8.000 diantaranya adalah wanita. dan untuk menambah masalah, dia mengeluarkan pernyataan itu tepat pada International Women’s Day! entah apakah dia sadar dampak yang akan dihasilkan pernyataannya itu…

banyak pertanyaan yang timbul dari kejadian ini…
tentang tugas jurnalistik, tentang resiko, etika, dan kekuatan tulisan di blog, tentang tanggungjawab, tentang feminisme, red tape, nasionalisme, kebebasan dan tentang kata-kata!
terlalu banyak….

The real reason nobody reads your blog � Alister Cameron, Blog Consultant


The real reason nobody reads your blog � Alister Cameron, Blog Consultant: “The real reason why nobody reads your blog is this: massively successful blogging is about establishing and maintaining mutually beneficial relationships. It’s all about who you know. Really!”

pernah merasa seperti ini? kenapa blog kita selalu sepi?
coba baca artikel diatas…

time2time, cikal61 photos – 1999

tahun 1999…..
saya masih kelas 2 sma, jadi ketua saker ppkas 19, mendaki gunung bawakaraeng (hanya sampai pos 5 hehehehe), dan gila2an di tahun baru (tahun baru 2000, lagi ngetrend millenium!)


@ppkas19, waktu itu saya jadi ketua saker….


@bawakaraeng


@istana, tahun baru…… foto rame2, rambut dicat warna-warni ikut2 trend millenium hehehehehe